Sebelum kita mendalami makna tarjih lebih jauh, yuk kita mulai dengan sebuah kutipan dari laman resmi Muhammadiyah muhammadiyah.or.id.

<aside> Muhammadiyah mengidentifikasi dirinya sebagai "Gerakan Islam yang berdakwah untuk menegakkan amar makruf nahi munkar dan pembaruan, berlandaskan pada Al-Qur'an dan as-Sunnah, serta berasaskan Islam." Dalam memahami dan menafsirkan ajaran agama, ada prinsip dan metode yang dipegang erat. Prinsip dan metode ini di lingkungan Muhammadiyah dikenal sebagai Manhaj Tarjih.

</aside>

Pada awalnya, tarjih berarti memilih salah satu dari dua dalil yang lebih kuat. Namun, seiring waktu, konsep ini berkembang menjadi kegiatan ijtihad. Dalam tarjih, ada serangkaian metode dan wawasan yang diperlukan untuk mengeluarkan fatwa atau keputusan tarjih.

  1. Seorang ulama atau ahli dalam bertarjih harus mendasarkan kajiannya pada Al-Qur'an dan Sunnah sebagai sumber utama, sementara sumber pendukung lainnya bisa berupa ijma', qiyas, istihsan, istishab, dan sebagainya.
  2. Saat menghadapi suatu masalah, seorang ahli bisa langsung merujuk pada nash (misalnya dalam ibadah yang spesifik), ilmu sains yang telah teruji (terutama dalam isu-isu sosial), atau menggunakan hati nurani dan intuisi. Ketiga pendekatan ini bisa digabungkan, tergantung pada masalah yang dihadapi.
  3. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam menyusun hipotesis tarjih:
  4. Setelah memahami perangkat di atas, seorang ahli bisa menggunakan salah satu model praktis berikut:
    1. Bayani: menjelaskan hukum berdasarkan teks yang zahir.
    2. Kausasi: digunakan jika masalah tidak memiliki nash yang jelas.
    3. Sinkronisasi: digunakan untuk mengharmonisasikan dalil-dalil yang tampak bertentangan.

Selain poin-poin di atas, dalam tarjih juga dikenal semangat bertarjih, yaitu:

  1. Pemahaman yang mendalam tentang agama
  2. Tajdid (pembaruan)
  3. Toleransi
  4. Keterbukaan, karena fatwa tarjih bisa berubah jika ada masukan atau kritik yang lebih kuat (rajih)
  5. Tidak terikat pada satu mazhab
  6. Wasathiyah (moderasi)

Insight baru